News IBL

Menuju Final IBL 2018-2019

  • KAMIS, 14 MARET 2019
  • Reporter:
  • View: 177

Channelbasket - IBL Pertamax 2018/19 akan segera memasuki babak final. Satria Muda akan menghadapi Stapac yang lebih dulu memastikan langkahnya di babak final. Laga final nanti akan menggunakan format beat of three dimana tim yang memenangkan pertandingan dua kali, akan menjadi juaranya. Satria Muda dari divisi merah lebih dulu menjadi tuan rumah di Britama Arena. Sedangkan Stapac, yang kembali memilih C'Tra Arena Bandung sebagai rumah nya, akan menjadi tempat bagi laga kedua final ini. Dan jika dibutuhkan, pertandingan ketiga akan kembali dilakukan di C'tra Arena Bandung. Laga pertama akan akan digelar pada tanggal 21 Maret. Sedangkan laga kedua dan ketiga (jika dibutuhkan) akan berlangsung pada 23 dan 24 Maret.

Stapac melaju ke semifinal setelah mengalahkan Pacific Caesar dua pertandingan sekaligus. Mengandalkan permainan yang kolektif, serta pertahanan yang ketat, Stapac mampu menyudahi perjuangan Pacific Caesar dengan skor 87-66 dan 75-81. Sedangkan Satria Muda, melaju ke final setelah mengalahkan NSH dalam tiga laga yang berlangsung ketat. Pada pertandingan kedua, Satria Muda harus bermain tanpa Jamarr Andre Johnson yang cidera. Tim asuhan Youbel itu pun harus mengakui keunggulan NSH 73-81. Pertandingan ketiga pun harus dilakukan karena Satria Muda mampu menang pada laga pertama. Di pertandingan ketiga, giliran NSH yang harus bermain tanpa pemain andalan mereka, Dashaun Wiggins. Wiggins harus menjalani operasi dislokasi bahu setelah pada pertandingan kedua Ia menabrak dinding bangku penonton. Kehilangan Wiggins meninggalkan lubang yang tidak bisa di tambal oleh para pemain NSH. Hal ini diakui oleh pelatih NSH yang juga mendapat gelar pelatih terbaik IBL Pertamax 2018/19, Wahyu Jati.

Final nanti diprediksi akan berlangsung ketat. Satria Muda yang sempat terseok-seok pada reguler season telah menunjukkan kualitas para pemainnya saat playoff berlangsung. Namun mereka harus menghadapi satu kendala sulit dimana mereka lagi-lagi akan bermain tanpa Jamarr yang masih dibekap cidera. Hal ini tentunya menjadi satu keuntungan bagi Stapac yang akan tampil dengan kekuatan penuh. Namun hal ini bisa menjadi sebaliknya. JIka kita menyaksikan pertandingan terakhir Satpac melawan Pacific Caesar, Stapac bermain bukan pada level nya. Pelatih Stapac pun merasa pemainnya tidak mau mengikuti instruksi nya. Bukan tidak mungkin jika hal ini terjadi lagi, Stapac akan kehilangan game pertama. Game pertama juga tentunya akan lebih berat bagi Stapac karena harus dimainkan di Britama Arena.

Namun final tentu akan menyajikan hal yang berbeda. Atmosfer yang berbeda. Tekanan mental yang tentunya berbeda. Para pemain Satria Muda mungkin sedikit lebih unggul dari segi pengalaman para pemain nya. Namun disisi lain, semangat para pemain muda Stapac bagaikan koin yang memiliki dua sisi. Mereka yang memiliki mental yang kuat, akan tampil dengan tenaga anak muda yang tak kenal lelah. Semoga tidak sebaliknya.

Comments